Pemilik Ada Tour Beberkan Keculasan Razman Arif Nasution Untuk Menakuti Lawan: Pintar Sandiwara!


Perseteruan antara Razman Arif Nasution dan dr. Richard Lee semakin panas menjelang persidangan.

Usai digugat, dr. Richard Lee ungkapkan semua keburukan Razman Arif Nasution ketika menjadi pengacaranya.

Mulai dari pemerasan, ancaman, dan berbagai perlakuan tidak menyenangkan lain yang didapatnya dari Razman Arif Nasution.

Korban Razman lainnya

Rupanya korban Razman bukan hanya dr. Richard Lee, masih ada orang lainnya. Salah satunya adalah pemilik Ada Tour.

Saat itu Lasty Annisa sebagai pemilik Ada Tour sedang menghadapi kasus yang menjeratnya. Ia terpaksa menandatangani kontrak kerja sama dengan Razman.

Namun, saat Lasty Annisa tidak ingin menjadikannya pengacara, keesokan harinya Razman Arif Nasution langsung pindah ke lawannya, Lyra Virna.

Padahal saat itu pemilik Ada Tour itu sudah membayar Razman Arif Nasution sejumlah Rp15 juta sebagai cicilan pertama.

Begitu mengetahui ancaman itu benar-benar dilakukan Razman, serta-merta Lasty Annisa mencabut kuasa dari pengacara tersebut.

Belakangan, saat posisi Lyra Virna menjadi terdakwa dalam persidangan, Razman Arif Nasution justru tidak hadir sebagai kuasa hukumnya.

Skenario Razman Arif Nasution

Lasty Annisa membuka salah satu keburukan yang pernah dilakukan Razman Arif Nasution sebagai pengacara lawannya.

“Dan satu lagi, ya. Dia paling pintar loh ini, berskenario, sandiwara,” tutur pemilik Ada Tour, seperti dikutip Hops.ID dari kanal YouTube Denise Chariesta pada Selasa, 7 Juni 2022.

Lebih lanjut dia memberikan contoh kasus yang pernah dialaminya. “Jadi misalnya gini. Dia datang sama lawan kita. Datang ke Polda. Dia bawa orang.”

Lasty menyebutkan orang-orang yang dibawanya itu tidak dikenalnya.

“Ada nanti nenek-nenek,” katanya.

Menurutnya, sandiwara yang dilakukannya itu bertujuan untuk menggiring opini publik bahwa orang-orang tersebut juga menjadi korban.

“Itu sandiwaranya dia untuk menunjukkan ke publik bahwa ini korban kita,” ujar Lasty Annisa.

Padahal Lasty Annisa tidak mengenal rombongan orang yang diperkenalkan sebagai korbannya itu. “Ngarang!” katanya.

Menurutnya, Razman Arif Nasution sengaja menakut-nakuti lawannya dengan membawa rombongan orang.

“Jadi, dia membuat opini publik untuk menghancurkan kita,” ujar Lasty Annisa.***

Selain Richard Lee, bos Ada Tour pernah diancam somasi oleh Razman Arif Nasution, Farhat Abbas: Bisa dipidana

Satu per satu keburukan yang pernah dilakukan oleh Razman Arif Nasution sebagai pengacara terungkap.

Rupa selain dr. Richard Lee yang kasusnya sedang berjalan saat ini, pemilik Ada Tour juga pernah diancam oleh Razman Arif Nasution.

Lasty Annisa, pemilik Ada Tour, yang saat itu berseteru dengan Lyra Virna terpaksa menjadi klien Razman Arif Nasution.

Pada saat itu, Lasty Annisa mengaku tidak mau menjadikan Razman Arif Nasution sebagai pengacaranya karena sudah memiliki kuasa hukum.

Namun, Razman terus mendesaknya di kantornya agar Lasty Annisa mau menandatangani kontrak dan membayarnya sejumlah Rp150 juta.

Karena ingin segera pergi, pemilik Ada Tour itu terpaksa tanda tangani kontrak itu, tetapi hanya membayar sejumlah Rp15 juta.

Setelah itu Lasty Annisa memutuskan untuk tetap memakai jasa pengacaranya sebelumnya, bukan dengan Razman Arif Nasution.

Ancaman pindah ke lawan

Lasty Annisa menceritakan diancam oleh Razman Arif Nasution usai menyampaikan tidak akan menjadikannya sebagai pengacara.

“Ibu Lasty, ibu jangan macam-macam, ya sama saya. Saya bukan kayak lawyer-lawyer yang lain, ya,” tuturnya, seperti dikutip Hops.ID dari kanal YouTube Denise Chariesta pada Selasa, 7 Juni 2022.

“Kalau ibu sampai macam-macam sama saya, saya akan lari ke lawan!” ancam Razman Arif Nasution pada Lasty saat itu.

Bukan hanya ancaman akan pindah ke lawan, Lasty Annisa pun diancam akan disomasi oleh Razman Arif Nasution.

“Saya juga pernah diancam dengan somasi, tapi somasinya nggak nyampe,” ujar Lasty Annisa.

Pada awalnya pemilik Ada Tour itu kaget karena akan disomasi. Apalagi Razman Arif Nasution mengirimkan foto amplop.

Mantan pengacara dr. Richard Lee itu juga menuliskan pesan, “ini sudah saya kirim surat somasi.”

Saat itu, Lasty Annisa mengaku pasrah dan menyatakan tidak masalah jika dapatkan somasi dari Razman Arif Nasution.

Tanggapan Farhat Abbas

Farhat Abbas menganggap perbuatan yang dilakukan Razman Arif Nasution terhadap Lasty Annisa sudah termasuk bentuk pengancaman.

“Dia minta-minta terus dengan mengancam kalau gak bayar, akan pindah ke lawan. Itu kan termasuk pengancaman,” ujar Farhat Abbas.

Saat itu pengacara Doddy Sudrajat itu turut datang di podcast Denise Chariesta untuk berikan tanggapan soal Razman Arif Nasution.

“Pasti ada peluang untuk dipidana,” tuturnya.

Namun, Farhat Abbas menilai mengenai masalah mau dipidanakan atau tidak itu tergantung keputusan Lasty Annisa.***

Razman Arif Nasution ternyata pernah paksa bos Ada Tour tanda tangani kontrak untuk bayar Rp150 juta

Beberapa waktu lalu, mantan klien Razman Arif Nasution ungkapkan pengalamannya bertemu pertama kali.

Kepada Denise Chariesta, Lasty Annisa sebagai pemilik Ada Tour sampaikan pernah dipaksa menjadi klien Razman Arif Nasution.

Razman Arif Nasution memaksanya pada saat Lasty Annisa harus menghadapi kasus yang menjerat dirinya pada tahun 2018 lalu.

Razman pernah memaksa calon klien

Kepada Denise Chariesta, Lasty Annisa ungkapkan pengalamannya pertama kali bertemu dengan Razman Arif Nasution.

Berawal dari temannya yang ingin memperkenalkan dia dengan seorang pengacara. Lasty mengira hanya sekadar mengobrol soal kasusnya.

Usai menceritakan kasus yang dihadapi Lasty Annisa, tiba-tiba saja Razman Arif Nasution memintanya untuk menandatangani kontrak.

“Terus dia bilang, “kalau begitu, ibu tanda tangan saja dulu kontrak,” tutur Lasty Annisa, seperti dikutip Hops.ID dari kanal YouTube Denise Chariesta pada Selasa, 7 Juni 2022.

Pemilik Ada Tour itu langsung menolak tawaran Razman karena sudah memiliki pengacara lain.

Namun, pada saat itu Razman tetap membujuknya.

“Oh, gak apa-apa. Nanti saya bisa kolaborasi dengan lawyer-nya ibu,” ujar Razman.

“Jangan sampai ibu keluar dari ruangan ini, ibu tidak menandatangani apa-apa,” ucap Lasty, meniru perkataan Razman pada saat itu.

Razman Arif Nasution juga sampaikan Lasty bisa membayar jasanya sebesar Rp150 juta dengan cara dicicil.

Lasty mengaku tertekan ketika berada di ruangan Razman. Ia hanya ingin cepat-cepat pergi. Terpaksa dia tanda tangani kontrak tersebut.

Besoknya Lasty mentransfer sejumlah Rp15 juta sebagai cicilan pertama, tetapi sekaligus menyatakan tidak akan menggunakan jasa Razman.

Razman mengancam

Usai disampaikan tidak akan menggunakan jasanya, Razman Arif Nasution langsung memberikan pesan ancaman.

“Ibu Lasty, ibu jangan macem-macem ya sama saya. Saya bukan kayak lawyer-lawyer yang lain, ya. Kalau ibu sampai macem-macem sama saya, saya akan lari ke lawan!”

Selain itu, Razman Arif Nasution juga mengancam akan memberi somasi pada Lasty Annisa. Namun, pemilik Ada Tour itu pasrah dan tidak masalah jika disomasi.

Padahal saat itu Razman telah menerima uang sejumlah Rp15 juta dan diceritakan kasus yang dihadapi oleh Lasty Annisa.

Ancaman itu benar-benar dilakukan oleh Razman. Sebab, pada keesokan harinya dia berpindah ke lawan, yaitu Lyra Virna.

Lasty Annsia langsung mencabut kuasanya sebagai pengacaranya. Namun, Razman Arif Nasution justru tidak terima dengan keputusan itu.

“Setelah cabut kuasa, dia masih gak terima. Padahal gak kerja,” ujar Lasty Annisa.***